RSS

Sedekap

25 Sep

بسم الله الرحمن الرحيم

Sedekap ( posisi kedua tangan setelah takbir )

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ مَرَّ بِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا وَاضِعٌ يَدِي الْيُسْرَى عَلَى الْيُمْنَى فَأَخَذَ بِيَدِي الْيُمْنَى فَوَضَعَهَا عَلَى الْيُسْرَى

dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewatiku, sementara aku meletakkan tangan kiri di atas tangan kananku (dalam shalat), maka beliau meraih tangan kananku dan meletakkannya di atas tangan kiriku.” (HR.Ibnu Majah)

عَلْقَمَةُ بْنُ وَائِلٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ قَائِمًا فِي الصَّلَاةِ قَبَضَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ

‘Alqomah bin Wa’il dari bapaknya, dia berkata; “Aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam apabila berdiri untuk shalat beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya.” (HR. Nasa’i)

Jumhur ulama menetapkan bahwa meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri waktu berdiri dalam shalat  adalah disyariatkan dan dituntut kita berbuat demikian. Diriwayatkan dari Ibnul mundzir dari ibnu zubair, al-hasan al-bashri, an-nakha’I dan beberapa tabi’iin lagi, mereka tidak berbuat demikian. Beliau-beliau ini menurunkan tangannya. Mereka beralasan bahwa meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri berlawanan dengan kekhusyu’an, sedangkan khusyu’ dalam shalat itu dituntut. Dan mereka juga beralasan karena Nabi tidak menerangkan hal itu kepada si musi’ shalat shalat ( hadits tentang rosulullah saw mengajari orang badwi yang tidak bisa melakukan shalat yang benar).

Asy-Syaukani berkata: “tidak adanya penjelasan nabi kepada si musi’ shalat itu hanya boleh dijadikan hujjah untuk tidak mewajibkannya, bukan untuk menolak kesunnah-annya”

Al-Hakim berkata: “apabila diperhatikan riwayat yang menerangkan tetapnya Nabi melakukan hal itu sepanjang hayatnya, maka wajiblah kita meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, kecuali kita berpendpat hadits si musi’ shalat itu menjadi qarinah untuk memalingkan segala perintah yang tidak ada didlamnnya kepada sunnat (mandub).

Dan insyaalllah.. inilah pendapat yang mendekati kebenaran.

# Meletakkan Atau Menggenggam.

1.    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan lengan kanan pada punggung telapak kirinya, pergelangan dan lengan kirinya, berdasar hadits:

  • عَنْ عَاصِمِ بْنِ كُلَيْبٍ بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ قَالَ فِيهِ ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى ظَهْرِ كَفِّهِ الْيُسْرَى وَالرُّسْغِ وَالسَّاعِدِ

dari ‘Ashim bin Kulaib dengan isnad dan maknanya, (dalam haditsnya) dia mengatakan; “Kemudian beliau meletakkan tangan kanannya di atas punggung telapak tangan kirinya dan pergelangan tangan kirinya.” (HR. Abu Dawud)

  • عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ كَانَ النَّاسُ يُؤْمَرُونَ أَنْ يَضَعَ الرَّجُلُ الْيَدَ الْيُمْنَى عَلَى ذِرَاعِهِ الْيُسْرَى فِي الصَّلَاةِ

dari Sahl bin Sa’d berkata, “Orang-orang diperintahkan agar meletakkan tangan kanannya di atas lengan kiri dalam shalat.” (HR. bukhari)

2.   Kadang-kadang menggenggam tangan kiri dengan tangan kanan, berdasrkan hadits:

عَلْقَمَةُ بْنُ وَائِلٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ قَائِمًا فِي الصَّلَاةِ قَبَضَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ

‘Alqomah bin Wa’il dari bapaknya, dia berkata; “Aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam apabila berdiri untuk shalat beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya.” (HR. Nasa’i)

Posisi Meletakkan Tangan.

Ini merupakan persoalan yang menjadi perselisihan di kalangan ulama. Sebabnya ialah ditemukannya banyak hadits yang tidak menjelaskan secara detail mengenai posisi tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan di dalam kitab-kitab hadits Bukhari dan Muslim. Hanya ada satu hadits yang menjelaskan secara meyakinkan perihal posisi tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah. Namun hadits tersebut ternyata tidak banyak dikutip oleh Imam-imam besar seperti Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali.

Maka berkembanglah tata cara meletakkan kedua tangan dalam beberapa cara.

1) Meletakkan Kedua Tangan Di Bawah Pusar

Cara ini berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

# Dari Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu, ia berkata:

Di antara sunnah dalam shalat adalah meletakkan telapak tangan di bawah pusar.” (HR. Abu Dawud, Ad-Daruquthi dan Al-Baihaqi).

Cara ini dianut oleh Imam Abu Hanifah dan Sufyan Ats-Tsauri.

Menurut imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu Jilid III hadits ini merupakan hadits yang lemah (dhaif), karena hadits ini diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Ishak Al-Wasithi, sedangkan ia adalah perawi dhaif menurut kesepakatan dari para ulama hadits (muhadditsin) dalam bidang jarh wa ta’dil.

Menurut Al-Baihaqi, “Sanadnya tidak kuat, karena Abdurrahman bin Ishak Al-Wasithi adalah perawi yang matruk.”

Menurut Aini Al-Hanafi dalam kitab ‘Umdatul Qari’ jilid IV; ini adalah perkataan Ali bin Abi Thalib dari periwatannya kepada Rasulullah tidak benar.

Dan dari Anas radhiyallahu anhu, ia berkata, “Di antara sikap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah meletakkan tangan kanan di atas tangan kirinya di bawah pusar.” Ini juga hadits yang dhaif (tidak ada sanadnya), kedhaifan hadits ini diterangkan oleh Ibnu Hazm dalam kitab Al-Muhalla jilid IV.

2) Meletakkan Kedua Tangan Di Atas Dada

# Dari Wail bin Hajar, ia berkata,

“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat. Beliau meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya dan diletakkan di dadanya.” (HR. Ibnu Khuzaimah, shahih)

Oleh Syaikh Al-Albani dalam kitabnya Sifat Shalat Nabi menyebutkan bahwa makna dada adalah dada kita ini, jadi bukan di atas pusar tapi tetap di atas dada.

Dan mengomentari kedudukan hadits ini, penulis kitab Nailul Authar Imam Asy-Syaukani mengatakan bahwa, “Hadits ini adalah hadits paling kuat dalam babnya yang menerangkan tentang posisi tangan saat shalat.”

Imam Mawarzi dalam Kitab Masa’il, berkata: “Imam Ishaq bin Rahawaih meriwayatkan hadits secara mutawatir kepada kami…. Beliau mengangkat kedua tangannya ketika berdo’a qunut dan melakukan qunut sebelum ruku’. Beliau menyedekapkan tangannya berdekatan dengan teteknya.“

Pendapat yang semacam ini juga dikemukakan oleh Qadhi ‘Iyadh al- Maliki dalam bab Mustahabatu ash-Shalat pada Kitab Al I’lam, beliau berkata: “Dia (Imam Ishaq bin Rahawaih) meletakkan tangan kanan pada punggung tangan kiri di dada.“

3) Meletakkan Kedua Tangan Di Antara Pusar Dan Dada

# Dari Ibnu Jabir Adh-Dhabbi dari Bapaknya, ia berkata:

“Bahwa Ali radhiyallahu anhu (ketika bersedekap) memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya pada daerah antara lengan tangan dengan sikunya di atas pusarnya.” (HR. Abu Dawud)

Cara ini dilakukan oleh Imam Syafi’i (meletakkan kedua tangan sedikit di bawah dada dan di atas pusar ) dan jumhur ulama.

Sungguhpun ada hadits dari Wail yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang secara tegas mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan kedua tangannya di atas dadanya, namun ulama besar lebih banyak memilih cara ini. Hal ini disebabkan karena hanya dalam shahih Ibnu Khuzaimah-lah, terdapat riwayat Wail menyatakan secara tegas posisi tangan di atas dada. Padahal hadits yang sama dalam kitab-kitab yang sudah diakui keshahihannya, yaitu dalam kitab Bukhari dan Muslim, riwayat Wail tidak menceritakan secara detail posisi tangan diletakkan setelah takbiratul ihram.

Para ulama pendukung cara ini berpendapat, bahwa meletakkan kedua tangan di daerah antara bawah dada dan pusar mempunyai hikmah yang sangat besar. Pengarang kitab Faedul Qodir, Abdul Rauf al-Manawi, mengatakan bahwa hikmah meletakkan kedua tangan di bawah dada di atas pusar adalah, bahwa tempat tersebut adalah hati, anggota badan yang paling mulia, dan di dalam hatilah tempatnya niat. Niat sangat berhubungan dengan kekhusyu’an shalat, maka dapat dirasakan lebih khusu’ ketika kita shalat dengan tangan di antara pusar dan dada, daripada ketika tangan berada di atas dada.

Wallahu A’lam bishawab

About these ads
 
Comments Off

Posted by on 25/09/2011 in shalat

 

Tags:

Comments are closed.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: