RSS

Mana yang Lebih Utama Mati Syahid atau Tamkin ?

Oleh Abu Kholwa

Seorang ansor dan muhajirin[2] duduk-duduk mendiskusikan kitabullah dan ayat-ayat Jihad. Mereka saling mendorong untuk berjihad dijalan Allah. Mereka mengutip ayat:

قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَنْ يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ﴿٥٢﴾

Katakanlah: “tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu”. (QS. 9:52)

Sang muhajirin kemudian berhenti pada kalimat (salah satu dari dua kebaikan) kemudian sang ansor berkata: yakni antara tamkin atau mati syahid.

Muhajirin kemudian bertanya: Tamkin atau mati syahid?

Ansor menjawab: Ya, tamkin atau mati syahid.

Muhajirin bertanya: Manakah yang lebih baik bagi mujahid,  tamkin ataukah mati syahid? Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on 21/03/2012 in Daulah, Jihad, lepas

 

gema jihad

Risalah Nasihat dan Teguran kepada Saudara-saudaraku yang Enggan Berjihad

Asy-syaikh Al-Mujahid Sulthan bin Bajjaad Al-Utaibi Abu Abdurrahman Al-Atsari

Dari Haramain (Dua kota suci, Makkah dan Madinah) yang kini terjajah

Risalah nasihat dan teguran dari Hamba Allah yang faqir kepada Allah kepada saudara-saudaraku yang enggan untuk berjihad

Assalamu`alaikum Warahmatullahi wabarakaatuhu.

Segala puji bagi Allah yang telah menunjukiku jalan menuju kemuliaan dan kehormatan. Dan segala puji bagi Allah yang memuliakanku dengan mengenal dan bersahabat dengan para pahlawan ummat ini, semisal komandan Asy-syahid Abdul Aziz Al-Maqran, dan syaikh Isya Al-`Ausyan, Syaikh Ibrahim Ar-riis, Faishal Ad-Dukhail, Nashir Ar-Rasyad, Ibrahim Ad-Dariyham, Turki Al-Muthiiri, Abdul Ilah Al’Utaibi dan selain mereka, dari ikhwan-ikhwan kita semua. Mereka itulah para pendekar yang mengajarkan kita keberanian, mengorbankan jiwa dan raga mereka demi menolong kalimat LAA-ILAAHA ILLALLAAH

Wahai kalian yang enggan berjihad! (Orang-orang yang duduk-duduk tak berjihad):

Sesungguhnya telah teguh hadits dari nabi s.a.w, bahwa beliau bersabda:

‘Tidak beriman seseorang di antara kamu sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”, dan telah teguh pula hadits bahwa beliau s.a.w bersabda: “Ad-dien (agama) adalah nasihat ” maka saya adalah pemberi peringatan yang benar kepada kalian. Hari ini adalah hari berbuat tanpa adanya perhitungan amal, dan hari esok adalah hari perhitungan tanpa amal. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 21/03/2012 in Jihad, manhaj, Tauhid

 

Syarat kalimat tauhid “laa ilaha illallah”

بسم الله الرحمن الرحيم

  • Syarat kalimat tauhid “laa ilaha illallah”

Banyaknya kabar dari nabi saw tentang keutamaan kalimat tauhid ini dan balasan bagi orang yang mengucapkannya, telah membuat banyak kaum muslimin yang awam terlena sehingga mereka beranggapan hanya cukup dengan mengucapknnya saja sudah bisa menghantarkannya ke surga dan menjauhkannya dari neraka, tanpa mereka perhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh yang mengucapkannya sebagaimana para salaful ummah telah menjabarkannya. Banyak kaum muslimin yang tidak mengetahui syarat-syarat ini. Hingga akhirnya merekapun dengan begitu ringannya mengucapkan kalimat لا اله الا الله , tanpa mengetahui konsekuensi dari kalimat tersebut. Mereka mengucapkannya, namun mereka tidak meyakini di dalam hati serta tidak mengamalkan syarat-syarat tersebut karena ketidaktahuan mereka. Sehingga hal ini adalah sesuatu yang sia-sia.

Adapun orang-orang kafir Quraisy di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka begitu memahami makna dan hakikat kalimat tersebut dalam bahasa Arab, sehingga mereka tidaklah mau menerima kalimat ini meski hanya mengucapkan saja. Karena mengucapkan kalimat tersebut memiliki resiko dan konsekwensi yang sangat besar yakni mereka harus meninggalkan segala sesembahan lainnya, yang mereka sembah selain Allah.

أَجَعَلَ الْآَلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

“Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (QS. Shad: 5). Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 17/10/2011 in Aqidah, Tauhid

 

Tags: ,

Makna ibadah

بسم الله الرحمن الرحيم

  • Makna ibadah

Makna  ibadah sebenarnya adalah sangat luas, sebagaimana yang didefinisikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah rh, Ibadah adalah nama yang meliputi segala sesuatu yang dicintai dan diridlai oleh Allah; baik beurpa perkataan, perbuatan bathin dan perbuatan dhahir. Dari sini dapat dipahami bahwa ibadah tidak hanya sekedar ritual belaka sebagaimana anggapan orang-orang awam pada umumnya yang beranggapan bahwa ibada hanya semacam shalat, sujud, rukuk, doa, dzikir dst.

Allah berfirman:  “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyebah-Ku” (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56).

Ayat tersebut memberi pengertian bahwa, satu-satunya  tujuan diciptakan jin maupun manusia adalah beribadah kepada Allah. Ibadah yang dimaksud di sini adalah ibadah dalam pengertian yang seluas-luasnya. Coba bayangkan jika ibadah hanya di artikan sempit hanya semacam ritual shalat, sujud, rukuk, dzikir, doa dst. Berapa jam dalam sehari kita melakukan ritual-ritual itu?? Adakah dalam 1×24 jam kita melakukan shalat,dzikir,doa,dll terus menerus?? Kalau tidak lalu kemana sisa waktu selepas kita melakukan ritual itu, sedangkan Allah menciptakan kita hanya untuk ibadah kepadanya. Apakah kita gunakan untuk main2, atau untuk apa?? Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 16/10/2011 in Aqidah, manhaj, Tauhid

 

Tags:

Keutamaan ilmu dan Ahlinya

بسم الله الرحمن الرحيم

keutamaan ilmu dan keutamaan orang yang berilmu.

  • Firman Allah Swt:

وَعَلَّمَ ءَادَمَ الأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلاَئِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَآءِ هَؤُلآءِ إِن كُنتُم صَادِقِينَ {} قَالُوا سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَآ إِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ {} قَالَ يَآءَادَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ فَلَمَّآ أَنبَأَهُمْ بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman:”Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika memang kamu orang yang benar!” Mereka menjawab:”Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Alloh berfirman:”Hai Adam, beritahukan kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya nama-nama benda itu, Alloh berfirman:”Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan” (QS. Al Baqarah : 31-33)

di dalam ayat ini menunjukkan akan keutamaan ilmu dan keutamaan orangnya, dan di dalam hadits disebutkan:

وَإِنَّ المَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهاَ رِضاً لِطاَلِبِ العِلْمِ

“Dan sesungguhnya para malaikat akan menurunkan sayapnya dengan ridha kepada penuntut ilmu”

… artinya tunduk dan bertawadhu’, dan sesungguhnya para malaikat berbuat seperti itu khusus hanya kepada Ahlul ilmi diantara para makhluk Alloh Swt, karena Alloh Swt telah melazimi hal itu bagi Adam Alaihis Salaam sehingga dia beradab dengan adab ini. setiap nampak suatu ilmu pada diri manusia maka para malaikat semakin tunduk dan merendahkan diri serta menghinakan diri sebagai bentuk penghormatan kepada ilmu dan orangnya, dan ridha terhadap mereka di dalam mencarinya dan menekuninya. Ini bagi para penuntut ilmu lalu bagaimana dengan para ulama’ mereka dan Rabbaniyyin diantara mereka? semoga Alloh menjadikan kita termasuk diantara mereka dan masuk di dalam golongannya, sesungguhnya Alloh memiliki keutamaan yang besar) (Tafsir Al Qurthubi I/288-289). Read the rest of this entry »

 
Comments Off on Keutamaan ilmu dan Ahlinya

Posted by on 10/10/2011 in lepas, manhaj

 

Tags: ,

Do’a iftitah

بسم الله الرحمن الرحيم

Do’a istiftah

فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ لَا تَتِمُّ صَلَاةٌ لِأَحَدٍ مِنْ النَّاسِ حَتَّى يَتَوَضَّأَ فَيَضَعَ الْوُضُوءَ يَعْنِي مَوَاضِعَهُ ثُمَّ يُكَبِّرُ وَيَحْمَدُ اللَّهَ جَلَّ وَعَزَّ وَيُثْنِي عَلَيْهِ وَيَقْرَأُ بِمَا تَيَسَّرَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَر…

“Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya tidak sempurna shalat seseorang sehingga dia berwudlu’ yaitu membasuh anggota wudlu’nya (dengan sempurna) kemudian bertakbir, memuji Allah Jalla wa ‘Azza, menyanjung-Nya dan membaca AL Qur’an yang mudah baginya. Setelah itu mengucapkan Allahu Akbar,.. (abu dawud)

Ada beberapa macam doa iftitah yang di ajarkanRosulullah saw. diantaranya: Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 07/10/2011 in shalat

 

Tags:

Pandangan mata saat shalat

بسم الله الرحمن الرحيم

Pandangan mata saat shalat

  • Larangan memandang ke langit

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ وَأُرَاهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ يَرْفَعُونَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي الصَّلَاةِ أَوْ لَتُخْطَفَنَّ أَبْصَارُهُمْ

dari Abu Hurairah, ia berkata; -dan aku melihat bahwa itu adalah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, – beliau bersabda: “Hendaknya orang-orang itu menghentikan dari mengangkat mata mereka ke langit dalam shalat, atau benar-benar Allah akan menyambar mata mereka.” (ahmad)

أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُمْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَرْفَعُونَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي صَلَاتِهِمْ فَاشْتَدَّ قَوْلُهُ فِي ذَلِكَ حَتَّى قَالَ لَيَنْتَهُنَّ عَنْ ذَلِكَ أَوْ لَتُخْطَفَنَّ أَبْصَارُهُمْ

bahwa Anas bin Malik menceritakan kepadanya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kenapa orang-orang itu mengangkat matanya ke langit di dalam shalatnya, ” dan perkataan beliau semakin meninggi hingga beliau mengatakan, “mereka benar-benar berhenti dari itu atau mata mereka akan disambar oleh petir!”(ahmad) Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 07/10/2011 in shalat

 

Tags: