RSS

gema jihad

21 Mar

Risalah Nasihat dan Teguran kepada Saudara-saudaraku yang Enggan Berjihad

Asy-syaikh Al-Mujahid Sulthan bin Bajjaad Al-Utaibi Abu Abdurrahman Al-Atsari

Dari Haramain (Dua kota suci, Makkah dan Madinah) yang kini terjajah

Risalah nasihat dan teguran dari Hamba Allah yang faqir kepada Allah kepada saudara-saudaraku yang enggan untuk berjihad

Assalamu`alaikum Warahmatullahi wabarakaatuhu.

Segala puji bagi Allah yang telah menunjukiku jalan menuju kemuliaan dan kehormatan. Dan segala puji bagi Allah yang memuliakanku dengan mengenal dan bersahabat dengan para pahlawan ummat ini, semisal komandan Asy-syahid Abdul Aziz Al-Maqran, dan syaikh Isya Al-`Ausyan, Syaikh Ibrahim Ar-riis, Faishal Ad-Dukhail, Nashir Ar-Rasyad, Ibrahim Ad-Dariyham, Turki Al-Muthiiri, Abdul Ilah Al’Utaibi dan selain mereka, dari ikhwan-ikhwan kita semua. Mereka itulah para pendekar yang mengajarkan kita keberanian, mengorbankan jiwa dan raga mereka demi menolong kalimat LAA-ILAAHA ILLALLAAH

Wahai kalian yang enggan berjihad! (Orang-orang yang duduk-duduk tak berjihad):

Sesungguhnya telah teguh hadits dari nabi s.a.w, bahwa beliau bersabda:

‘Tidak beriman seseorang di antara kamu sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”, dan telah teguh pula hadits bahwa beliau s.a.w bersabda: “Ad-dien (agama) adalah nasihat ” maka saya adalah pemberi peringatan yang benar kepada kalian. Hari ini adalah hari berbuat tanpa adanya perhitungan amal, dan hari esok adalah hari perhitungan tanpa amal.

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Apakah kalian rela duduk-duduk bersama orang-orang yang tinggal dan tak berjihad? Firman Allah:

“Mereka ridha bersama orang-orang yang tinggal tak berjihad, dan Allah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak memahami ” (At-Taubah (9):87)

Sesungguhnya demikianlah kenyataannya, yang selalu saja kalian berpaling ketakutan dari jihad・

Apakah kalian ridha untuk tidak berjihad bersama orang-orang munafiq dan orang-orang yang suka beralasan? Apa yang engkau baktikan untuk dien (agama) kalian? Sedangkan anda dengan bebasnya setiap hari bepergian ke seluruh tempat.

Wahai kalian yang enggan berjihad!:

Bagaimana bisa engkau duduk santai sedangkan saudara-saudara kalian diIraqdibantai dibawah penindasan musuh-musuh Allah, sedangkan kalian bercengkerama dengan istri-istri kalian?! Bahkan bagaimana kamu bisa hidup dengan berleha-leha dan rileks sedangkan saudari-saudari kalian direngggut kehormatan mereka, kehormatan mereka di nodai di penjara Abu Gharib???!!

Wahai kalian yang enggan berjihad!:

Apa alasan kalian di hadapan Allah kelak? Sedangkan saudara-saudara kalian di penjara Abu Gharib, Guantananmo, Ar-Ruwais, dan Al-Hair, mereka semua ditelanjangi. Saya yakin kalian telah melihat foto-foto bukti tentang hal itu, yang berhasil dikeluarkan dari penjara Abu Gharib..,sesungguhnya hal itu tidak lain sebagai gambaran apa yang terjadi terhadap saudara-saudara kita di penjara-penjaraIsrael, Amerika dan antek-antek mereka.

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Sesungguhnya kaum Salibis dan Yahudi benar-benar melecehkan kehormatan kaum Muslimin, dan menindas para pahlawan ummat ini, di kamp-kamp penindasan di AmerikaIsrael, dan antek-anteknya. Apa lagi yang kalian tunggu?

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Bukankah Allah berfirman: “Dan perangilah mereka sampai tidak ada fitnah, dan jadilah seluruh dien (agama) ini milik Allah” (Al-Anfal (8):38) Bukankah kalian telah mengetahui firman Allah ini: “Dan bunuhlah kaum musyrikin itu dimana saja kamu menjumpai mereka, dan tawanlah mereka, dan kepunglah mereka dan intailah mereka di tempat-tempat pengintaian” (At-Taubah (9):5). Bukankah Allah telah berfirman :”Dan perangilah mereka kelak Allah akan mengadzab mereka dengan tangan-tangan kamu, dan menghinakan mereka dan Allah menolong kalian atas mereka, dan menyembuhkan dada-dada orang beriman, dan menghilangkan panas hati mereka.” (At-Taubah (9):14)Dan Allah memberi ampunan bagi siapa yang dikehendaki

Bukankah Allah Jalla Wa-‘Alla berfirman: Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk (At-Taubah (9):29)

Bukankah Allah berfirman:

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (At-Taubah (9):73, At-Tahrim (66):9) ?!

Bukankah Allah berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.(At-Taubah (9):123)!!?

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Allah Jalla Wa’Alaa berfirman:

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (At-Taubah (9):19-20)

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(At-Taubah (9):24)

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal keni`matan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(At-Taubah (9):38-39)

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(At-Taubah (9):41)

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu. Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.” (At-Taubah (9):46)

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”. Katakanlah: “Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas (nya)”, jikalau mereka mengetahui.Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.(At-Taubah (9):81-82)

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Bukankah kalian tahu kisah tentang Tiga orang yang tidak ikut berjihad? Apa dosa mereka? Dan apa kesalahan mereka yang menyebabkan mereka tercela? Tidak lain, dosa mereka adalah karena mereka tidak berjihad! Mereka tidak berjihad・an renungkanlah oleh kalian, mereka itu adalah sahabat radhiyallahu ‘anhum..termasuk golongan manusia terbaik・an mereka ikut berperang bersama nabi Muhammad s.a.w dalam sebagian peperangan yang dipimpin oleh Rasulullah s.a.w・pa gerangan balasan mereka? Balasan mereka adalah ; Rasulullah s.a.w memboikot mereka selamaLimapuluh malam, padahal mereka sendiri bertaubat kepada Allah..akan tetapi Allah tidak memberi mereka taubat kecuali setelah Limapuluh malam!! Sesungguhnya masalah ini adalah teramat penting. Maka tanyakanlah pada diri-diri kalian, dan hisablah diri-diri kalian sebelum dihisab oleh Allah di hari akhir kelak.

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Kalian tidak memperhatikan saudara-saudara kalian di jazirah arab yang sebenarnya mereka telah menolong kalian.. kalian tidak mempedulikan kaum salibis yang memerangi kailan..tetapi kalian asyik berdiam diri!? Mengapa!?

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Sesungguhnya orang-orang jahiliyah di zaman mereka tidak rela mengalami kehinaan sebagaimana kehinaan yang kini dialami oleh ummat Islam. Mereka tidak rela saudari-saudari mereka berada dalam kekuasaan musuh-musuh mereka・idak rela kehormatan mereka dinodai・tidak rela harga mereka dihinakan!

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Jika kalian mengklaim bahwa peperangan kami terhadap kaum salibis terdapat syubhat -sebagaimana kalian sangka- maka bagaimana dengan Iraq・nilah Iraq. Peperangan telah meletus, kehormatan dan kebebasan mereka telah dirusak・kaum muslimin dibunuhi tanpa dosa apapun yang mereka perbuat, symbol-simbol kaum muslimin dinodai, lalu kenapa kalian masih duduk, tak berjihad?!

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Jika kalian mencela mujahidin pada umumnya dan mujahidin di Jazirah Arab pada khususnya, mencela peperangan kami terhadap tentara-tentara itu, dan kalian bersikeras mempertahankan bahwa mereka adalah muslimin・aka demi Allah, kami bertanya kepada kalian・siapakah yang menangkapi kami? Dan menerobos aurat-aurat kami, menangkapi syaikh-syaikh kita dan pejuang-pejuang kita!? Siapakah yang membunuhi orang-orang baik di kalangan kita?! Siapakah yang melampaui batas terhadap wanita-wanita kami, juga harta-harta dan tempat tinggal kami!?

Saya bertanya pada kalian, siapakah Thaghut yang selalu berjaga malam, pasang telinga dan tangan mereka menyiksa kami? Bukankah mereka itu pasukan khusus, yang selalu mengintai dan mencari-cari Mujahidin? Demi Allah saya bertanya kepada kalian, bukankah mereka itu pelindung pasukan salibis? Siapakah yang menjaga dan menjamin Amerika dan kaum salibis di negeri kita? Siapa yang berdiri di antara kami dan salibis dan sekaligus mempertahankan mereka!!! Demi Allah kita telah melihata, tentara negeri ini telah meletakkan leher mereka di bawah ketika CIA di Riyadh dan menjadi benteng keamanan mereka.

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Saya Tanya kalian karena Allah, bukankah banyak di antara tentara-tentara itu yang telah bergaul bersama mujahidin dan mereka benar-benar mengerti bahwa Mujahidin adalah musuh Amerika dan antek-anteknya? Bukankah Allah Jalla Wa ‘Alaa berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(Al-Maidah (5):51)!?

Bukankah ulama telah menyebutkan tentang pembatal-pembatal Islam, diantara mereka adalah Imam dakwahNajd(Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab) bahwa barangsiapa menolong kaum kafir dengan jiwanya atau harta atau pandangan atau bahkan sekedar sebuah kalimat saja, maka dia menjadi kafir dan murtad.

Hal ini membuat saya bingung, demi Allah, ada sebuah permisalan oleh seorang ikhwan yang mengatakan :”Apa bedanya antara Peter dan Hamud”!

Maka Peter datang dari Nevada di Amerikasana, sedangkan Hamud datang dari dataranNejd, dan dua-duanya berperang di bawah bendera Salib.!!!

Wahai kalian yang enggan berjihad!

“.. dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, (An-Nuur (24):2)

Mengapa kalian menyebut orang-orang yang membantu Yahudi di Palestina sebagai mata-mata dan diKabulkalian namakan kuli, kalian katakana pula orang-orang yang membantu Yahudi di Iraq sebagai pengkhianat. Tetapi apa yang katakana kalian terhadap orang yang membantu salibis dan zionis diRiyadh? Ternyata kalian tidak berkata apapun terhadap ini!

Sesunggunya dienullah (Islam) adalah satau・asul pembawa risalahnya satu・an hukum syar’I adalah satu・ Sesungguhnya orang-orang yang menyiksa saudara-saudara kita di Palestina, dan juga yang menyiksa kaum Muslimin di Iraq danAfghanistan, mereka itulah yang menyiksa kami diRiyadh! Sedangkan Ulama kita, ulama kaum Muslimin telah ijma bahwa diperbolehkan memerangi musuh dalam rangka kita mempertahankan diri dari penjahat. Jika ini tidak dikatakan sebagai penjahat,dan sebelumnya disebut sebagai pengkhianat, lalu nama apa yang pantas diberikan kepada mereka?

Sungguh saya telah menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri. Demi Allah orang-orang yang lalu lalang dan memberikan gelaran dan julukan yang buruk terhadap Mujahidin. Mereka menutupi jalan-jalan kami dan mengangkat senjata ke wajah saudara-saudara kami.Paratentara itu mengerti benar bahwa Ibnu Sa’ud dan saudara-saudaranya adalah kroni-kroni Amerika, tidak ada yang tersisa dari jiwa kesatria mereka,dan agama mereka sebelum ini.

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Jika kalian mengklaim bahwa kalian berada di front, maka sebenarnya, setelah kami amati dan perhatikan, ternyata kalian berada di ‘front’ wanita-wanita kalian, kalian cinta dunia dan takut mati, inilah kenyataan kalian! Takutlah kepada Allah, kembalilah kepada agama kalian, yaitu berjihadlah kalian! Firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (Al-Anfal (8):24)

Ibnu Abbas r.a berkata: “Yang dimaksudkan dengan ‘suatu yang memberi kehidupan kepada kamu’ dalam ayat di atas adalah Al-Jihad”

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Saya peringatkan kalian dari ulama-us-su (Ulama yang jahat), dan para pemuka-pemuka agama pemerintah..sesungguhnya Rasulullah s.a.w telah mengabarkan: “Yang lebih aku takuti daripada yang aku takuti terhadap kalian ialah para pemimpin yang menyesatkan”, dan Allah Jalla Wa’Alaa berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib (pemuka agama) Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. (At-Taubah (9):34), dan firman Allah: Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.(At-Taubah (9):31)

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Aku bertanya kepada kalian atas nama Allah, apakah kalian menyebut orang-orang yang menangis atas kematian kaum salibis sebagai Ulama? Lihatlah saudara-saudara kita di Jazirah Arab, mereka dibunuhi, mereka ditawan, sedangkan orang-orang yang kalian katakan sebagai ‘ulama’ itu tak berkata sepatahpun, diam seribu bahasa, bahkan di majlis-majlis merekapun tidak ada kata pembelaan terhadap kaum muslimin yang dibunuh dan ditawan itu. Akan tetapi! Ketika Mujahidin berhasil menawan tentara dari tentara-tentara penjajah beragama Kristen, tiba-tiba berteriaklah orang-orang munafiq dan para pembela thaghut itu. Bagaimana bisa kalian bertaqlid urusan agama kalian kepada orang-orang seperti mereka?

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Sesungguhnya ulama-ulama pemerintah dan para pemuka-pemuka agama mereka tidak menolong saudara-saudara kita yang ditawan di Guantananmo, di penjara Abu Gharib ,di Ar-Ruwais , Al-Haa-ir, di Alisyah dan Rashifah.Mereka tidak mengeluarkan satupun fatwa untuk membebaskan mereka. Maka Allah akan menghinakan wajah orang-orang yang murka demi membela kaum salibis sedangkan di masa yang sama mereka tidak pernah marah demi membela kaum Muslimin.

Kepada Khalid bin Walid r.a dikatakan: “Dimana akalmu wahai Khalid, sedangkan cahaya kenabian telah terbit sejak Duapuluh tahun? Khalid bin Walid menjawab: Di hadapanku berderet nama-nama mentereng yang di mata kami mereka penuh kharisma..”

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Zaid bin Aslam dari ayahnya, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda : Jihad akan tetap menjadi sesuatu yang menarik hati, selagi air tercurah dari langit. Akan datang masanya kepada manusia, orang-orang yang dianggap quraa (mengerti agama) akan berkata kepada mereka : “Sekarang bukan zamannya Jihad”, barangsiapa menjumpai zaman seperti itu, maka Jihad di waktu itu adalah sebaik-baik Jihad. Sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah s.a.w: “Apa ada orang yang berkata seperti itu?”, “Ada” yaitu orang-orang yang Allah telah melaknatnya, juga malaikat, bahkan sekalian manusia melaknatnya”, jawab Rasulullah s.a.w. Sebagian ulama melemahkan riwayat ini.

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Saya katakan kepada kalian sebagaimana Ibnul Jauzi berkata kepada orang-orang yang sezaman dengannya: “Wahai manusia, perang telah bergema, para penyeru Jihad telah menyeru kalian untuk berjihad, pintu-pintu langit telah terbuka, jika kalian tidak menjadi pendekar dalam peperangan, maka berikan saja jalan-jalan jihad itu kepada wanita, biar mereka menempuh jalan itu! Kenakanlah sanggul dan celak matamu, beserta serban dan jenggot kalian wahai wanita!”

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Bergabunglah kalian dengan kafilah Jihad・erekalah saudara-saudara kalian di Jazirah Arab, mereka memerangi musuh-musuh Allah dari kalangan penjajah Salibis. Bergabunglah kalian bersama mujahidin itu. Jika kalian tidak menemukan jalan untuk bergabung bersama mereka,maka lihatlah para salibis itu dengan pongah dan leluasanya lalu lalang di Jazirah Nabi Muhammad s.a.w. Bunuhlah kafir itu walaupun satu, agar kalian memperoleh apa yang Allah janjikan, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad s.a.w : “Seorang kafir tidak akan berkumpul di dalam neraka dengan orang yang membunuhnya (muslim), selama-lamanya” (HR.Muslim)

Wahai kalian yang enggan berjihad!

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (Al-baqarah (2):195). Maksuda ‘kebinasaan’ dalam ayat ini adalah : meninggalkan jihad dan sibuk dengan diinar (harta)

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Janganlah kalian menjadi orang-orang yang gagah dalam dalam jahiliyah dan pengecut dalam Islam.

Wahai kalian yang enggan berjihad!

Tahukah kalian siapakah mu’min yang sebenarnya?・ereka itu adalah・sebagaimana difirmankan oleh Allah: “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni`mat) yang mulia.” (Al-Anfal (8):74)

Sebagai penutup, saya mohon kepada Allah Jalla Wa-‘Alaa, semoga Allah memberi hidayah kepada kita, dan agar Allah meneguhkan kita di jalan Jihad, sampai akhir hayat kita.

Yaa Allah Yaa Hayyu Yaa Qayyuum, Wahai Yang Maha Gagah dan Pemilik kemuliaan, tunjukilah ummat Muhammad s.a.w untuk berjihad, Ya Allah berilah taufiq kepada pemuda-pemuda Islam untuk menolong-Mu, menolong dien (agama)-Mu, Wahai Rabb (Tuhan) semesta alam. Ya Allah, kepada-Mu kami serahkan Salibis, Yahudi dan antek-antek mereka. Ya Allah, timpakanlah rasa takut di hati mereka. Ya Allah siksalah mereka dengan seluruh makhluk yang keluar dari bumi dan yang turun dari langit wahai Yang Maha Mulia lagi Maha Gagah, wahai Yang Mencipta langit dan bumi. Ya Allah tolonglah kami di jazirah Arab. Ya berilah kemenangan bagi kaum Muslimin dengan tangan-tangan kami, dan timpakanlah petaka di leher-leher kaum salib dan penolong-penolong serta antek-antek mereka. Ya Allah kuatkan azam-azam (semangat-semangat) kami, teguhkanlah kaki-kaki kami, dan satukanlah hati-hati kami. Ya Allah tolonglah kami dengan pertolongan dari sisi-Mu. Ya Allah, jadikanlah pertolongan itu untuk saudara-saudara kami dari kalangan mustadh’afin (kaum lemah,tertindas) di seluruh tempat di Palestina, di Iraq dan negeri-negeri kaum Muslimin lainnya Ya Allah・abb (Tuhan) semesta alam・

Ya Allah, jadikanlah akhir hayatku dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Yang dengannya Kau ampuni dosa-dosaku, dan dengannya Engkau tertawa terhadapku, yang dengannya Engkau ridha kepadaku wahai Yang Maha Mulia, yang memberikan kemuliaan kepada orang-orang yang Engkau muliakan.

Wallahu A’lam

Abu Abdurrahman Al-Atsari Sulthan bin Bajjaad.

Dari Dua negeri suci (Haramain) yang kini terjajah.

 a

 
1 Comment

Posted by on 21/03/2012 in Jihad, manhaj, Tauhid

 

One response to “gema jihad

  1. qurrotul uyun

    21/03/2012 at 10:02 PM

    assalamualaikum..

    artikel yang bagus akh…

    allahu akbar…!!!!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: