RSS

Category Archives: Tauhid

gema jihad

Risalah Nasihat dan Teguran kepada Saudara-saudaraku yang Enggan Berjihad

Asy-syaikh Al-Mujahid Sulthan bin Bajjaad Al-Utaibi Abu Abdurrahman Al-Atsari

Dari Haramain (Dua kota suci, Makkah dan Madinah) yang kini terjajah

Risalah nasihat dan teguran dari Hamba Allah yang faqir kepada Allah kepada saudara-saudaraku yang enggan untuk berjihad

Assalamu`alaikum Warahmatullahi wabarakaatuhu.

Segala puji bagi Allah yang telah menunjukiku jalan menuju kemuliaan dan kehormatan. Dan segala puji bagi Allah yang memuliakanku dengan mengenal dan bersahabat dengan para pahlawan ummat ini, semisal komandan Asy-syahid Abdul Aziz Al-Maqran, dan syaikh Isya Al-`Ausyan, Syaikh Ibrahim Ar-riis, Faishal Ad-Dukhail, Nashir Ar-Rasyad, Ibrahim Ad-Dariyham, Turki Al-Muthiiri, Abdul Ilah Al’Utaibi dan selain mereka, dari ikhwan-ikhwan kita semua. Mereka itulah para pendekar yang mengajarkan kita keberanian, mengorbankan jiwa dan raga mereka demi menolong kalimat LAA-ILAAHA ILLALLAAH

Wahai kalian yang enggan berjihad! (Orang-orang yang duduk-duduk tak berjihad):

Sesungguhnya telah teguh hadits dari nabi s.a.w, bahwa beliau bersabda:

‘Tidak beriman seseorang di antara kamu sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”, dan telah teguh pula hadits bahwa beliau s.a.w bersabda: “Ad-dien (agama) adalah nasihat ” maka saya adalah pemberi peringatan yang benar kepada kalian. Hari ini adalah hari berbuat tanpa adanya perhitungan amal, dan hari esok adalah hari perhitungan tanpa amal. Read the rest of this entry »

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on 21/03/2012 in Jihad, manhaj, Tauhid

 

Syarat kalimat tauhid “laa ilaha illallah”

بسم الله الرحمن الرحيم

  • Syarat kalimat tauhid “laa ilaha illallah”

Banyaknya kabar dari nabi saw tentang keutamaan kalimat tauhid ini dan balasan bagi orang yang mengucapkannya, telah membuat banyak kaum muslimin yang awam terlena sehingga mereka beranggapan hanya cukup dengan mengucapknnya saja sudah bisa menghantarkannya ke surga dan menjauhkannya dari neraka, tanpa mereka perhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh yang mengucapkannya sebagaimana para salaful ummah telah menjabarkannya. Banyak kaum muslimin yang tidak mengetahui syarat-syarat ini. Hingga akhirnya merekapun dengan begitu ringannya mengucapkan kalimat لا اله الا الله , tanpa mengetahui konsekuensi dari kalimat tersebut. Mereka mengucapkannya, namun mereka tidak meyakini di dalam hati serta tidak mengamalkan syarat-syarat tersebut karena ketidaktahuan mereka. Sehingga hal ini adalah sesuatu yang sia-sia.

Adapun orang-orang kafir Quraisy di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka begitu memahami makna dan hakikat kalimat tersebut dalam bahasa Arab, sehingga mereka tidaklah mau menerima kalimat ini meski hanya mengucapkan saja. Karena mengucapkan kalimat tersebut memiliki resiko dan konsekwensi yang sangat besar yakni mereka harus meninggalkan segala sesembahan lainnya, yang mereka sembah selain Allah.

أَجَعَلَ الْآَلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

“Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (QS. Shad: 5). Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 17/10/2011 in Aqidah, Tauhid

 

Tags: ,

Makna ibadah

بسم الله الرحمن الرحيم

  • Makna ibadah

Makna  ibadah sebenarnya adalah sangat luas, sebagaimana yang didefinisikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah rh, Ibadah adalah nama yang meliputi segala sesuatu yang dicintai dan diridlai oleh Allah; baik beurpa perkataan, perbuatan bathin dan perbuatan dhahir. Dari sini dapat dipahami bahwa ibadah tidak hanya sekedar ritual belaka sebagaimana anggapan orang-orang awam pada umumnya yang beranggapan bahwa ibada hanya semacam shalat, sujud, rukuk, doa, dzikir dst.

Allah berfirman:  “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyebah-Ku” (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56).

Ayat tersebut memberi pengertian bahwa, satu-satunya  tujuan diciptakan jin maupun manusia adalah beribadah kepada Allah. Ibadah yang dimaksud di sini adalah ibadah dalam pengertian yang seluas-luasnya. Coba bayangkan jika ibadah hanya di artikan sempit hanya semacam ritual shalat, sujud, rukuk, dzikir, doa dst. Berapa jam dalam sehari kita melakukan ritual-ritual itu?? Adakah dalam 1×24 jam kita melakukan shalat,dzikir,doa,dll terus menerus?? Kalau tidak lalu kemana sisa waktu selepas kita melakukan ritual itu, sedangkan Allah menciptakan kita hanya untuk ibadah kepadanya. Apakah kita gunakan untuk main2, atau untuk apa?? Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 16/10/2011 in Aqidah, manhaj, Tauhid

 

Tags:

TENTANG DEMOKRASI

DemokrasiAbdul Ghani Ar Rahhal di dalam bukunya, Al Islamiyyun wa Sarah Ad Dimuqrathiyyah mendefinisikan demokrasi sebagai “kekuasaan rakyat oleh rakyat”. Rakyat adalah sumber kekuasaan.
Ia juga menyebutkan bahwa orang yang pertama kali mengungkap teori demokrasi adalah Plato. Menurut Plato, sumber kekuasaan adalah keinginan yang satu bukan majemuk. Definisi ini juga yang dikatakan oleh Muhammad Quthb dalam bukunya Madzahib Fikriyyah Mu’ashirah. Dan juga oleh penulis buku Ad Dimuqrathiyyah fi Al Islam serta yang lainnya.
 

Perkembangan Demokrasi
Revolusi Prancis tercetus dengan semboyannya yang terkenal “kebebasan, persaudaraan, dan persamaan .” Prancis memasukkan demokrasi ke dalam undang- undang dasarnya di bawah judul Hak-Hak Asasi Manusia pada pasal ketiga :
“Rakyat adalah sumber dan gudang kekuasaan. Setiap lembaga atau individu yang memegang kekuasaan tidak lain mengambil kekuasaan dari rakyat.” Read the rest of this entry »